Headlines News :
Home » » Pusuk Longsor Lagi

Pusuk Longsor Lagi

Written By Unknown on Kamis, 28 Maret 2013 | 20.52

TANJUNG�Longsor kembali menutup akses jalan KLU-Lombok Barat di Pusuk, kemarin. Akibatnya, kendaraan yang terlanjur masuk melalui jalur Pusuk harus menunggu lama setelah tumpukan longsor dibersihkan alat berat.  ��Kalau turun hujan lagi belum dibersihkan, bisa-bisa makin banyak longsornya,�� kata Kasim, Polhut yang biasa berjaga di pos kehutanan di Pusuk.
Dikatakan Kasim, selama sepekan ini setiap hari terjadi longsor. Sebagian titik longsor itu bekas longsor sebelumnya, sebagian lainnya titik baru. Kasim yang setiap hari melintasi jalur Pusuk menuturkan longsor itu terjadi setiap turun hujan lebat.
Selain menutup jalan raya, longsor kal ini juga merusak pembatas jalan (gadril) di Pusuk. Salah satu pembatas baja itu runtuh lantaran tanah tempatnya berpijak ikut runtuh. Kondisi ini tentu saja membahayakan pengendara, mengingat pembatas jalan itu dipasang di titik-titik tikungan tajam dan berbahaya.
Pantauan koran ini kemarin pagi, ada dua titik longsor yang menutup badan jalan. Alat berat pun diterjunkan untuk membersihkan tanah yang menutup badan jalan. Kendaraan roda empat yang memaksa melewati jalur Pusuk harus menunggu alat berat selesai bekerja.
Longsor selama sepekan ini juga merusak bahu jalan di Pusuk. Beberapa bahu jalan yang langsung berbatasan dengan tebing terjal amblas terbawa air dan diseret lumpur dari longsor. Tidak ada pembatas di lokasi bahu jalan yang amblas itu. Selain itu kondisi jalan yang masih licin bekas lumpur menambah perjalanan melalui jalur Pusuk makin berbahaya.
��Kalau hujan masih turun, ada beberapa titik lainnya yang akan longsor. Sudah ada tanda-tanda akan longsor,�� kata Ketut Marta, anggota BPBD KLU yang terjun memantau pembersihan tanah yang menghalangi jalan.
Selama tahun ini, hampir setiap minggu terjadi Longsor di Pusuk. Setiap longsor, badan jalan tertutup, arus kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur Senggigi.

Bencana Harus Ditangani Bersama
Sementara itu, Komisi I DPRD KLU memanggil SKPD yang terkait dengan penanganan bencana. Sabtu lalu (17/3), Komisi I memanggil Dinas Sosial, BPBD, Camat Pemenang untuk membahas penanganan bencana yang belakangan ini banyak terjadi di Kecamatan Pemenang. ��Kami melihat tingkat koordinasi di lapangan masih kurang, ini yang perlu kita benahi bersama,�� kata Wakil Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto.
Secara khusus dibahas juga bencana rob di Kampung Gegilen, Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat. Bencana tiap tahun itu harus dicarikan solusi jangka panjang. ��Sejak masih Lombok Barat sudah kita bahas tentang relokasi itu,�� kata Ketua Komisi I DPRD KLU Jasman Hadi.
Pekan ini rencananya Komisi I akan kembali menemui warga yang terendam banjir rob itu. Dewan ingin mendengar aspirasi masyarakat terkait rencana relokasi itu. Jika warga kompak meminta relokasi, dewan akan meneruskan pembahasan dengan pemerintah untuk mencarikan lokasi relokasi. ��Persoalan di mana lokasinya nanti kita carikan bersama,�� katanya.
Selain itu dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPRD KLU meminta pemerintah menyediakan dana talangan bagi nelayan yang tidak bisa melaut, termasuk juga bagi petani korban banjir. Para nelayan yang tidak bisa melaut lantaran cuaca buruk itu juga termasuk korban bencana alam. ��Mereka tidak ada sepeser pun mendapatkan uang, oleh karena itu cocok diberikan bantuan sembako,�� kata Ardianto.

Bangsal Kembali Normal, Pengungsi Pulang
Para pengungsi korban banjir rob (banjir air laut) di Dusun Teluk Kombal sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka kembali pada Minggu pagi. Air yang menggenangi permukiman mereka sudah surut. Begitu juga ombak dan angin sudah mulai kecil. ��Tapi kami tetap waspada, sewaktu-waktu bisa saja air laut naik,�� kata Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Pemenang Barat, Hunaidi.
Dikatakan, sebelum pulang warga terlebih dahulu diberikan pengarahan agar tetap waspa, mengingat ada informasi angin kencang dan ombak besar terjadi hingga akhir Maret. Warga juga diimbau tidak melaut terlalu jauh dalam kondisi cuaca buruk itu, bila perlu istirahat total melaut demi keselamatan. ��Selama masa tidak melaut ini kita harap ada bantuan sembako dari pemerintah,�� katanya.
Di Pelabuhan Bangsal kondisi mulai normal. Perahu-perahu kayu mulai melayani penyeberangan ke tiga gili. Sebelumnya perahu-perahu itu sandar di Pantai Ombak Beleq, Desa Sigar Penjalin.
Namun, tongkang (pelampung tempat sandar) belum diperbaiki. Pelampung tempat sandar kapal yang ada di bagian paling ujung dermaga itu hanyut saat dihantam ombak pada Rabu pekan  lalu. (fat)

(http://lombokpos.co.id/index.php?option=com_k2&view=item&id=7157:pusuk-longsor-lagi)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Baru - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger